Nitrogen adalah blok pembangun asam amino, protein, dan klorofil. Tanaman dapat menyerap nitrogen baik sebagai Nitrat (NO3-) atau Ammonium (NH4 +), dan karena itu, total serapan nitrogen biasanya terdiri dari kombinasi dua bentuk ini.

Rasio antara Amonium dan Nitrat sangat penting, dan mempengaruhi baik tanaman maupun tanah / medium.

Untuk penyerapan dan pertumbuhan yang optimal, setiap spesies tanaman memerlukan rasio amonium / nitrat yang berbeda. Rasio yang benar untuk diterapkan juga bervariasi dengan suhu, tahap pertumbuhan, pH di zona akar dan sifat-sifat tanah.

Suhu Zona Akar

Pertama kita perlu memahami berbagai cara kedua bentuk nutrisi ini dimetabolisme:

Metabolisme amonium mengkonsumsi lebih banyak oksigen daripada metabolisme Nitrat. Amonium dimetabolisme di akar, di mana ia bereaksi dengan gula. Gula ini harus dikirim dari tempat produksi mereka di daun, sampai ke akar.

Di sisi lain Nitrat diangkut ke daun, di mana ia direduksi menjadi Amonium dan kemudian bereaksi dengan gula.

Pada suhu yang lebih tinggi, respirasi tanaman meningkat, mengkonsumsi gula lebih cepat, membuat mereka kurang tersedia untuk metabolisme Amonium di akar. Pada saat yang sama, pada suhu tinggi, kelarutan oksigen dalam air menurun, membuatnya kurang tersedia juga.

Oleh karena itu, kesimpulan praktisnya adalah bahwa pada suhu yang lebih tinggi menerapkan rasio Amonium / Nitrat yang lebih rendah disarankan.

Pada suhu yang lebih rendah Nutrisi amonium adalah pilihan yang lebih tepat, karena Oksigen dan gula lebih tersedia di tingkat akar. Selain itu, karena pengangkutan Nitrat ke daun dibatasi pada suhu rendah, mendasarkan pemupukan pada Nitrat akan menunda pertumbuhan tanaman.

Spesies Tanaman dan Tahapan Pertumbuhan

Seperti yang sudah kami tetapkan, gula harus diangkut dari daun ke akar untuk memenuhi Amonium.

Dalam buah dan tanaman yang tumbuh di mana mayoritas pertumbuhan berada di daun (misalnya kubis Cina, selada, bayam), gula dikonsumsi dengan cepat di dekat lokasi produksi mereka dan jauh lebih sedikit tersedia untuk diangkut ke akar.

Dengan demikian, Amonium tidak akan dimetabolisme secara efisien dan penggunaan rasio Amonium / Nitrat lebih rendah lebih disukai.

Pengaruh Ammonium / Nitrat Rasio pada pH di Zona Akar

Keseimbangan listrik dalam sel-sel akar harus dijaga, jadi untuk setiap ion bermuatan positif yang diambil, ion bermuatan positif dilepaskan dan hal yang sama berlaku untuk ion bermuatan negatif.

Jadi, ketika tanaman mengambil Amonium (NH4 +), ia melepaskan proton (H +) ke larutan tanah. Peningkatan konsentrasi proton di sekitar akar, menurunkan pH di sekitar akar.

Dengan demikian, ketika tanaman mengambil Nitrat (NO3-) melepaskan bikarbonat

(HCO3-), yang meningkatkan pH di sekitar akar.

Kita dapat menyimpulkan bahwa penyerapan Nitrat meningkatkan pH di sekitar akar

sementara serapan Ammonium menurunkannya.

Fenomena ini sangat penting dalam media tanpa tanah, di mana akar dapat dengan mudah mempengaruhi pH medium karena volumenya relatif besar dibandingkan dengan volume medium. Untuk mencegah pH sedang agar tidak cepat berubah, kita harus menjaga rasio Amonium / Nitrat yang sesuai, sesuai dengan kultivar, suhu dan tahap pertumbuhan.

Perlu dicatat bahwa dalam kondisi tertentu, pH mungkin tidak merespon seperti yang diharapkan karena nitrifikasi (konversi Amonium menjadi Nitrat oleh bakteri di dalam tanah). Nitrifikasi adalah proses yang sangat cepat, dan amonium yang ditambahkan dapat dengan cepat dikonversi dan diserap sebagai Nitrat, sehingga meningkatkan pH di zona akar, bukannya menurunkannya.

Ammonium / Nitrate Effect pada Serapan Nutrisi Lain

Amonium adalah kation (ion bermuatan positif), sehingga bersaing dengan kation lain (Kalium, Kalsium, Magnesium) untuk diambil oleh akar. Pemupukan yang tidak seimbang, dengan kandungan Amonium yang terlalu tinggi, dapat menyebabkan kekurangan kalsium dan magnesium. Serapan potasium kurang dipengaruhi oleh kompetisi.

Seperti telah disebutkan, rasio Ammonium / Nitrat dapat mengubah pH dekat akar. Perubahan pH ini dapat mempengaruhi kelarutan dan ketersediaan nutrisi lainnya.